Oleh: Diman Abaela, SP
(Korluh Kecamatan Pulau Ternate)
Kota Ternate yang dikenal dunia dan dijajah waktu itu karena potensi alam yang diburu, di antaranya pala, cengkeh dan rempah lainnya.
Pala dan cengkeh sudah dikenal orang dengan harga yang fantastis dan kaya akan aroma terapinya. Namun kelapa dan kayu manis juga tidak kalah pentingnya kalau berbicara akan aroma terapi di dalamnya.
Kelapa di Kota Ternate kalau berbicara penambahan luas sudah tidak layak karena semakin sempitnya lahan Perkebunan. Namun tanaman kayu manis masih bisa diperbanyak tegakannya baik sebagai tanaman penahan angin maupun tanaman sela tanaman perkebunan lainnya.
Di lain cerita pandan dan tanaman rempah rimpang juga masih bisa juga di tanam dalam hal perbanyak populasi. Mulai dari pekarangan rumah sampai di ladang atau kebun.
Kelompok tani Ake Bak Mandiri yang diketuai Yaher Hamdja di Kelurahan Afe Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara adalah salah satu Poktan yang sudah melakukan hirilisasi perkebunan khusus kelapa dengan konsep minyak goreng rempah.
Dalam pengelohan minyak kelapa rempah, mereka mengunakan bahan-bahan alami seperti kelapa, daun pandan, kayu manis dan jahe. Kelapa yang diparut kemudian santannya dimasak bersamaan ketiga bahan rempah tersebut.
Selain hasil olahan dijadikan bahan untuk menggoreng juga sebagan urut atau terapi. Minyak goreng rempah juga bermanfaat untuk memperlancar buang air besar (BAB).
Minyak goreng rempah ini juga sudah mulai dikenal oleh masyarakat Afe Taduma dan sebagian masyarakat Kota Ternate. Karena sudah menjadi bahan tampilan pameran di stand Dinas Koperasi dan UMKM dalam helatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia bulan Agustus 2026. (*)

