Rumah Literasi menggelar pra-event “Ternate Menulis” 2026 Ber-TEMU Vol. 1 melalui kelas menulis esai Eco-Narrative.
Kegiatan tersebut, berlangsung di Fakultas Hukum, Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, dengan menghadirkan pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Bumi Hijrah, sekaligus editor media daring, Galim Umabaihi, sebagai pemateri, Kamis (17/9/2026).
Koordinator kegiatan, Wahyuddin D. Gafur, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan Rediscovering North Moluccas, yang mengajak masyarakat melihat kembali Maluku Utara melalui cerita, lingkungan, budaya, serta jejak kehidupan masyarakat.
Rediscovering North Moluccas, merupakan gerakan untuk melihat kembali Maluku Utara bukan dari apa yang tersisa, melainkan dari apa yang selama ini luput kita jaga.
“Gerakan tersebut, berupaya mendokumentasikan berbagai narasi yang selama ini kurang mendapat ruang, termasuk suara masyarakat, kearifan lokal, serta persoalan ekologis di wilayah kepulauan,”ucapnya.
Dalam kelas Eco-Narrative, kata Wahyuddin, peserta diajak belajar mengolah gagasan dan narasi ekologis menjadi tulisan esai yang kritis.
Wayudi menyebut, rangkaian Ternate Menulis 2026 akan berlangsung hingga Desember 2026 dengan menghadirkan penulis, akademisi, budayawan, seniman, dan sastrawan Maluku Utara.
“Melalui Akar & Jejak, kami berupaya meruntuhkan sekat-sekat geografis dan sosial dengan mengumpulkan potongan-potongan ingatan untuk dirangkai menjadi imajinasi baru,”terangnya.
Sebenarnya, Eco-Narrative ini, gratis dan terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Untuk pelaksanaannya, kolaborasi Rumah Literasi bersama BEM Universitas Khairun Ternate.
“Kita angkat kembali Maluku Utara bukan hanya mengingat dari mana kita berasal, tetapi memastikan ke mana kita akan melangkah tanpa kehilangan pijakan,”harapnya. (msn)
Penulis: Mansyur Armain

