Home Daerah Dinkes Tidore Catat Kualitas Udara Memburuk di Sejumlah Lokasi
DaerahHeadline

Dinkes Tidore Catat Kualitas Udara Memburuk di Sejumlah Lokasi

Share
Kadinkes Tikep, Saiful Salim.
Share

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tidore Kepulauan mencatat kualitas udara di sejumlah lokasi di wilayah tersebut berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kondisi ini terungkap dari hasil pengukuran kualitas udara di delapan puskesmas dan sejumlah titik di sekitarnya pada 13 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan pengukuran dilakukan untuk memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan asap menyelimuti wilayah Tidore dalam beberapa bulan terakhir.

“Dari delapan puskesmas itu, seperti Puskesmas Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara, dilakukan pengukuran udara di lingkungan puskesmas, SMP Negeri 7 Tidore Kepulauan, dan Pelabuhan Rum,” kata Saiful, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, hasil pengukuran di Pelabuhan Rum menunjukkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Sementara itu, lingkungan Puskesmas Rum Balibunga dan SMP Negeri 7 Tidore Kepulauan masuk kategori sangat tidak sehat.

Di wilayah kerja Puskesmas Ome, pengukuran dilakukan di lingkungan puskesmas, MAN 2 Tidore Kepulauan, dan Masjid Al Furqan, Kelurahan Ome. Ketiga lokasi tersebut tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Kondisi serupa ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Tomalou, Kecamatan Tidore Selatan, termasuk di MAN 1 Tidore dan SPN Polda Maluku Utara.

Sementara itu, hasil pengukuran di wilayah kerja Puskesmas Soasio menunjukkan kualitas udara di Pasar Gosalaha dan Pelabuhan Sarimalaha berada dalam kategori sedang. Namun, di Gurabunga dan Lapangan Taman Siswa, Kelurahan Indonesiana, kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Di Kecamatan Oba Utara, pengukuran dilakukan di lingkungan Puskesmas Galala, Pelabuhan Speed Boat Sofifi, SDN MIS Balbar, dan Jalan Raya Kilometer 40 Sofifi. Seluruh titik tersebut tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Hasil serupa ditemukan di Kecamatan Oba Tengah. Pengukuran di lingkungan Puskesmas Akelamo, SMP Negeri 8 Tidore Kepulauan, SDN Akelamo, serta pelabuhan dan terminal Loleo menunjukkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Di Kecamatan Oba, pengukuran dilakukan di Puskesmas Talagamori, Pelabuhan Gita, SMP Negeri 13 Kota Tidore Kepulauan, Pasar Tului, dan Pustu Trans. Seluruh lokasi tersebut juga masuk kategori tidak sehat.

Adapun di Kecamatan Oba Selatan, pengukuran di Puskesmas Lifofa dan SMA Negeri 7 Tidore Kepulauan menunjukkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Puskesmas Diminta Siaga

Mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, Saiful menginstruksikan seluruh puskesmas menyiapkan obat-obatan dan oksigen untuk melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Apabila ada masyarakat yang sakit akibat dampak dari udara yang tidak sehat, kami sudah siap,” ujarnya.

Selain menyiapkan obat-obatan dan oksigen, Dinkes menetapkan empat langkah mitigasi yang harus dijalankan puskesmas. Pertama, menyiapkan masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kedua, meningkatkan promosi kesehatan dan sosialisasi mengenai dampak karhutla terhadap kesehatan serta langkah-langkah pencegahannya. Ketiga, petugas kesehatan lingkungan diminta melakukan pengujian kualitas udara. Keempat, petugas surveilans puskesmas diinstruksikan memantau perkembangan kasus ISPA setiap hari.

“Dari empat langkah ini, mereka jalankan dengan baik oleh semua puskesmas yang berada di wilayah Kota Tidore,” kata Saiful.

Menurut dia, edukasi kepada masyarakat juga dilakukan secara langsung melalui puskesmas maupun melalui media sosial.

Pengukuran di Kantor Wali Kota dan Rumah Sakit

Selain di wilayah kerja puskesmas, pengukuran kualitas udara juga dilakukan di Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Kantor Dinas Kesehatan, dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Tidore Kepulauan pada 14 Oktober 2026.

Pengukuran menggunakan alat Sankit Mini Particle Counter tersebut dilakukan oleh UPT Puskesmas Soasio.

Hasilnya, kualitas udara di halaman Kantor Wali Kota dan halaman Kantor Dinas Kesehatan masih berada dalam kategori sedang. Namun, kualitas udara di ruang tunggu kedua kantor tersebut masuk kategori tidak sehat.

Di lingkungan RSD Tidore Kepulauan, kualitas udara di area parkir, ruang anak, dan halaman luar tercatat tidak sehat. Sementara itu, kualitas udara di ruang tunggu poliklinik masih masuk kategori sehat.

Saiful mengatakan hasil pengukuran tersebut menjadi perhatian Dinkes dalam mengantisipasi dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

Catatan penyuntingan: Saya menggunakan judul yang menonjolkan temuan utama dan menghindari klaim bahwa seluruh wilayah Tidore mengalami kualitas udara buruk. Sebelum berita diterbitkan, sebaiknya konfirmasi kembali apakah pengukuran di delapan puskesmas dilakukan pada 13 Oktober, serta pastikan penulisan nama alat ukur dan kategori kualitas udara sesuai laporan resmi Dinkes. (*)

 

 

 

Penulis: Mansyur Armain

Share