Home Daerah PDAM Ake Mayora Salurkan 222 Ton Air untuk Warga Terdampak Kemarau
Daerah

PDAM Ake Mayora Salurkan 222 Ton Air untuk Warga Terdampak Kemarau

Share
Penyaluran bantuan air bersih kepada warga di Kelurahan Topo, Tidore Kepulauan, Sabtu (8/8/2026)
Share

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ake Mayora Kota Tidore Kepulauan telah menyalurkan bantuan air sebanyak 222 ton kepada warga terdampak kemarau selama periode 12 Agustus hingga 8 Oktober 2026.

Direktur PDAM Ake Mayora, Abubakar Nurdin, mengatakan penyaluran bantuan masih difokuskan ke Kelurahan Gurabunga, Kecamatan Tidore. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke sejumlah titik di kelurahan lain, termasuk Kalaodi dan Afa-Afa.

Abubakar menjelaskan, kemampuan penyaluran air ke Gurabunga saat ini mencapai lima tangki per hari. Namun, kondisi armada yang sudah berusia lama menjadi kendala, terutama saat melewati tanjakan menuju wilayah tersebut.

“Apalagi kalau kita fokus mengantar ke sana, dalam sehari bisa terisi 10 tangki. Maka ada selisih 37 ton lebih yang tidak terselesaikan,” jelasnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, dalam kondisi tertentu, penyaluran air ke Gurabunga hanya dapat dilakukan maksimal empat kali perjalanan karena armada yang tersedia tidak cukup kuat melewati tanjakan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah daerah telah menyurati Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara hingga memperoleh bantuan pinjam pakai satu unit armada guna membantu distribusi air.

Meski bantuan telah disalurkan, Abubakar mengakui jumlahnya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan air sehari-hari masyarakat.

“Walaupun warga sudah diberikan bantuan air, tetapi belum mencukupi kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebutuhan air juga terdapat di sejumlah wilayah lain, seperti Kelurahan Topo, Topo Tiga, Folarora, Jiko Cobo, Afa-Afa, dan Kalaodi. Karena keterbatasan armada dan kemampuan distribusi, PDAM masih memprioritaskan wilayah Gurabunga dan Folarora.

Di Lingkungan Kola, Kelurahan Kalaodi, misalnya, warga menerima distribusi air sekitar 10 liter per hari. Air ditampung pada profil air atau tempat penampungan bersama, bukan diantar langsung ke setiap rumah warga.

“Torang tidak bisa mengisi ke rumah ini, karena menghindari kecemburuan sosial warga,” katanya.

Selain penyaluran menggunakan kemampuan sendiri, PDAM Ake Mayora juga memfasilitasi distribusi bantuan air dari sejumlah komunitas yang peduli terhadap warga terdampak kemarau.

Bantuan tersebut antara lain berasal dari alumni SMA Negeri 1 Tidore sebanyak 10 tangki dan DPC PDI Perjuangan Kota Tidore Kepulauan sebanyak 50 tangki.

Abubakar menyebutkan, hingga 16 Oktober 2026, bantuan dari alumni SMA Negeri 1 Tidore baru disalurkan sebanyak empat tangki. Dengan demikian, masih ada enam tangki yang belum didistribusikan.

Bantuan tersebut direncanakan untuk warga di Kelurahan Gurabunga, Kalaodi, Folarora, Afa-Afa, dan Jiko Cobo.

Sementara itu, bantuan 50 tangki dari DPC PDI Perjuangan Kota Tidore Kepulauan dialokasikan untuk sejumlah kelurahan, yakni Dokiri empat tangki, Tuguwiha tiga tangki, Afa-Afa enam tangki, Jaya enam tangki, Topo enam tangki, Topo Tiga empat tangki, Gurabunga enam tangki, Folarora enam tangki, Jiko Cobo empat tangki, dan Kalaodi lima tangki.

Namun, berdasarkan penjelasan Abubakar, penyaluran bantuan tersebut masih berlangsung. Beberapa hari sebelumnya, sebanyak empat tangki telah disalurkan ke Kelurahan Dokiri dan enam tangki ke Gurabunga.

“Jadi bentuk penyalurannya dari bantuan komunitas itu, mereka memberikan harga air dan bahan bakar minyak (BBM) kepada kami, baru kemudian disalurkan lagi kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

 

 

Penulis: Mansyur Armain

Share