Home Headline Oknum Pegawai Bank BRI Sanana Diduga Minta Fee Pencairan KUR
HeadlineHukrim

Oknum Pegawai Bank BRI Sanana Diduga Minta Fee Pencairan KUR

Share
Ilustrasi potongan.
Share

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah yang dirancang untuk memberikan kemudahan permodalan kepada masyarakat untuk meningkatkan pembiayaan bagi usaha kecil menengah, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usaha mereka.

Namun, program pemerintah melalui pinjaman di bank ini diduga di salahgunakan oleh oknum pegawai bank untuk mencari keuntungan pribadi. Seperti yang terjadi di di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sanana.

Oknum pegawai Bank BRI Cabang Sanana berinisial R diduga meminta komisi kepada warga yang mengajukan pinjaman KUR. Hal ini dialami oleh salah satu warga Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana berinisial SE.

SE mengatakan, dirinya mengajukan pinjaman KUR di Bank BRI Cabang Sanana sejak November 2025. Namun hingga Januari 2026 pengajuan tersebut belum juga diproses.

Tiba-tiba pada Rabu (7/1/2026), salah satu pria berinisial A datang menemuinya di tempat kerja. Ia menyampaikan pinjaman KUR baru dapat diproses dengan syarat fee Rp 10 juta dari pinjaman Rp 50 juta.

“Jadi kredit Rp 50 juta, dipotong Rp 10 juta saya punya Rp 40 juta, dia juga menyampaikan bahwa oknum pegawai bank berinisial R juga sudah mengiyakan jika pinjaman mau cepat diproses harus dilakukan pemotongan Rp 10 juta,” katanya, Jumat (9/1/2026).

Karena merasa keberatan dengan besaran uang yang diminta, SE akhirnya memutuskan untuk membatalkan pinjaman KUR tersebut.” Saya sudah membatalkan pinjaman KUR kemarin,” ujarnya.

Sementara oknum pegawai Bank BRI Cabang Sanana inisial R saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.”Tidak benar itu. Tidak ada, saya tidak pernah suruh orang,” pungkasnya.(ham)

Share