Polemik soal tidak adanya pengawas pertandingan dalam turnamen Bupati Sula Cup III masih berlanjut. Salah satu panitia turnamen Surdi Jainahu mengatakan, turnamen Bupati Sula Cup kali ini memiliki empat pengawas pertandingan yakni, Rahmat Gailea, Safri M. Pagi, Harbun Buamona, dan Burhanudin Buamona.
Hal itu sesuai dengan surat tugas Nomor: 01 /S.T/ASKAB/-PSSI.KS/X/2025. Penjelasan Surdi Jainahu disampaikan melalui salah satu media pada, Sabtu (13/12/2025).
Menanggapi hal tersebut, Rahmat Gailea menegaskan, pernyataan Surdi Jainahu soal nama Bahrudin Buamona dan Harbun Buamona sebagai pengawas pertandingan adalah keliru.
Sebab, lanjut Rahmat, seseorang yang bertugas sebagai pengawas pertandingan harus memiliki lisensi pengawas pertandingan. Sementara kedua nama tersebut tidak memiliki lisensi pengawas pertandingan.
“Di Kepulauan Sula tinggal dua orang yang memiliki lisensi pengawas pertandingan, yakni saya sendiri dan Safri M. Pagi. Akan tetapi, Safri M. Pagi sudah tidak bisa lagi menjadi pengawas pertandingan karena dia menjadi pelatih di tim Popda kemarin. Jadi, jika sudah memegang, maka lepas pengawas pertandingan dalam turnamen itu,” katanya, Minggu (14/12/2025).
Rahmat juga mempertanyakan kapasitas Surdi Jainahu di turnamen Bupati Sula Cup lll yang ikut berbicara soal perangkat pertandingan.
“Dua orang ini lisensinya apa, lisensi pengawas pertandingannya kapan. Berati panitia mengangkat sendiri,” ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, Surdi Jainahu juga menyebut keempat orang tersebut memiliki surat penugasan dari PSSI.
“SK itu dicantumkan nama empat orang itu. PSSI siapa yang mengeluarkan SK kepada orang yang tidak memiliki legalitas, lalu menunjuk untuk bertugas dalam Bupati Cup. Ini kan tambah keliru ini. Kalau tidak paham sepak bola lalu mengatur sepak bola, akhirnya ujung-ujungnya rusak,” tukasnya.
Selain itu, Rahmat juga menanggapi soal pernyataan Surdi Jainahu yang menyampaikan dirinya diistirahatkan karena lalai.
“Maksudnya kelalaian apa coba sampaikan secara jelas. Selama saya bertugas selama tiga atau empat hari sebagai pengawas pertandingan, tiba-tiba di pagi hari Surdi Jainahu itu panggil saya dan memberhentikan saya dan sampaikan bahwa di turnamen Bupati Sula Cup III tidak memakai pengawas pertandingan,”paparnya.
Bukan hanya itu, salah satu wasit, Humaid Malawat juga diberhentikan.” Salah satu wasit lagi Surdi kasih berhenti. Sebenarnya Surdi ini siapa, kewenangannya besar sekali. Apa anggaran dititip pada bidangnya sehingga seenaknya dia begitu,” tandasnya.(ham)


