Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengucapkan duka cita atas meninggalnya pendaki yang menjadi korban letusan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.
Korban pertama yang ditemukan tim SAR gabungan teridentifikasi bernama Angel, warga negara Indonesia (WNI) pada, Sabtu (9/5/2026). Jasadnya ditemukan masih dalam kondisi utuh di sekitar area kawah Gunung Dukono.
Sementara dua warga negara asing (WNA), Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27) yang sempat hilang, baru ditemukan pada Minggu (11/5).
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh tim SAR gabungan, Basarnas Ternate, TNI-Polri, relawan, masyarakat lokal, serta semua pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Menurut Sherly, proses pencarian dilakukan di medan ekstrim dengan resiko tinggi akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Terima kasih kepada seluruh tim dan warga yang telah bekerja tanpa lelah dalam operasi kemanusiaan ini,” ujar Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengimbau masyarakat, wisatawan, dan para pendaki agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait selama aktivitas Gunung Dukono masih tinggi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di kawasan gunung api,” tandas Sherly.
Sebelumnya, pencarian kedua WNA sempat dihentikan sementara akibat tingginya aktivitas erupsi Gunung Dukono yang membahayakan keselamatan tim di lapangan.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi yang memerlukan proses identifikasi lanjutan karena tinggal tulang belulang. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut. (rie)


