Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate akan menggelar kegiatan Aksi Ekohidrologi Mission II pada, Kamis 15 Oktober 2026, yang dipusatkan di lokasi Perumda Air Minum Ake Gaale.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk merevitalisasi, membersihkan, dan melestarikan sumber-sumber air bersejarah serta sumber air yang dikelola oleh Perumda, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Rangkaian kegiatan Aksi Ekohidrologi Mission II telah dimulai pada Sabtu, 10 Oktober 2026, melalui pengambilan bibit sagu di wilayah Halmahera Barat, tepatnya di Sahu dan Jailolo. Pengambilan bibit tersebut menjadi langkah awal dalam mendukung upaya konservasi lingkungan, khususnya melalui penanaman vegetasi yang diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan sumber air.
Selanjutnya, pada Rabu, 14 Oktober 2026, kegiatan revitalisasi dan pembersihan sumber air mulai dilaksanakan di Kecamatan Ternate Pulau, dengan sasaran sumber air di Kelurahan Rua, khususnya Ake Sibu atau Ake Rica, serta beberapa lokasi sumber air di wilayah Fitu.

Kegiatan ini diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sumber air sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberadaan sumber-sumber air yang memiliki nilai sejarah dan manfaat penting bagi masyarakat.
Pada 15–16 Oktober 2026, rangkaian kegiatan berlanjut di Kecamatan Ternate Utara, dengan fokus pada sumber air bersejarah Ake Tubo dan Ake Huda, serta sejumlah sumber air di wilayah Tubo dan Ake Gaale yang dikelola oleh Perumda Air Minum Ake Gaale.
Agenda berikutnya dijadwalkan pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan sasaran sumber air bersejarah Benteng Kalamata dan sejumlah sumber air lainnya di Kecamatan Ternate Selatan. Sementara itu, pada Selasa, 20 Oktober 2026, kegiatan akan dilanjutkan di wilayah Kecamatan Ternate Barat sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan pelestarian sumber air di berbagai wilayah Kota Ternate.
Dirut Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah mengatakan, Aksi Ekohidrologi Mission II tidak sekadar menjadi kegiatan pembersihan lingkungan, tetapi merupakan gerakan edukasi dan penguatan kesadaran kolektif bahwa sumber air adalah bagian penting dari kehidupan, sejarah, dan identitas masyarakat Ternate.
Dalam kearifan lokal masyarakat Ternate, lanjutnya, terdapat pesan yang diwariskan oleh orang-orang tua terdahulu bahwa di mana terdapat sumber air, di situ terdapat tanggung jawab untuk menjaganya.
“Pesan ini mengandung makna bahwa sumber air bukan hanya tempat mengambil air untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan juga warisan alam yang harus dihormati, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,”jelas Firman.
Melalui kegiatan ini, Perumda Air Minum Ake Gaale berharap keterlibatan masyarakat, generasi muda, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat.
“Pelestarian sumber air membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan, karena keberadaan sumber air yang terjaga akan turut mendukung kelestarian lingkungan dan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat,”tambahnya.
Puncak kegiatan pada 24 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama melalui aksi nyata pelestarian lingkungan, termasuk pengembangan gerakan Sahabat Air dan upaya konservasi berbasis partisipasi publik.
Aksi Ekohidrologi Mission II membawa pesan bahwa menjaga sumber air berarti menjaga kehidupan, merawat sejarah, dan memastikan warisan alam tetap lestari bagi generasi yang akan datang.
“Sebab, air bukan hanya kebutuhan hari ini, melainkan amanah yang harus dijaga untuk masa depan Kota Ternate,”pungkas Firman. (rie)

