Kabar mengejutkan datang dari klub peserta Indonesia Super League, Malut United FC. Manajemen klub secara resmi mengajukan perubahan nama klub sekaligus perpindahan domisili atau home base dari Maluku Utara ke Provinsi Jawa Tengah untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
Hal itu tertuang dalam surat resmi PT Malut Maju Sejahtera selaku badan hukum Malut United FC yang ditujukan kepada Pengurus PSSI di Jakarta tertanggal 17 Juni 2026.
Dalam surat bernomor 25/MMS-MUtd/VI/2026 tersebut, manajemen menyampaikan bahwa setelah melakukan evaluasi internal antara pengurus badan hukum dan manajemen klub, disepakati perubahan identitas klub yang sebelumnya bernama Malut United FC menjadi Jateng United FC.
Tak hanya berganti nama, klub yang dalam dua musim terakhir bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, juga akan memindahkan domisilinya ke Provinsi Jawa Tengah dengan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai kandang baru.
Manajemen menjelaskan bahwa perubahan tersebut mengacu pada Keputusan Kongres Biasa PSSI Nomor 10/KEP/I-2023 tentang Pengesahan Perubahan Nama, Domisili dan Perubahan Kepemilikan Badan Hukum Klub Anggota PSSI.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pemberitahuan disampaikan kepada PSSI untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan organisasi yang berlaku, termasuk koordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.
Perubahan nama dan perpindahan markas ini tentu menjadi perhatian besar bagi pecinta sepak bola Maluku Utara. Pasalnya, Malut United dalam beberapa musim terakhir telah menjadi salah satu representasi sepak bola Maluku Utara di level nasional dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru terkait persetujuan atas usulan perubahan nama dan perpindahan home base tersebut.
Jika disetujui, maka musim kompetisi 2026/2027 akan menjadi babak baru bagi klub yang selama ini dikenal sebagai kebanggaan masyarakat Maluku Utara tersebut dengan identitas baru sebagai Jateng United FC dan bermarkas di Kota Semarang. (rie)