Home Daerah Musim Kemarau, Pasokan Cabai di Tidore Bergantung dari Makassar
Daerah

Musim Kemarau, Pasokan Cabai di Tidore Bergantung dari Makassar

Share
Aktivitas di sejumlah pasar di Tidore Kepulauan, Rabu (23/9/2026). (Foto: Mansyur/indep)
Share

Pedagang di Pasar Gosalaha, Kota Tidore Kepulauan, mengeluhkan terbatasnya pasokan cabai akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut turut berpengaruh pada harga cabai di pasaran yang terus naik.

Salah seorang pedagang Pasar Gosalaha, Yamsan Muhammad (60), mengatakan saat ini pasokan cabai keriting maupun cabai rawit yang dijualnya sebagian besar didatangkan dari Makassar.

“Memang musim kemarau, jadi untuk cabai mulai naik. Cabai keriting dari Rp50 ribu di bulan Juni sekarang jadi Rp140 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp150 ribu per kilogram,” ungkap Yamsan saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, kenaikan harga cabai tersebut telah terjadi sejak sekitar tiga minggu terakhir.

Ia mengatakan, pasokan dari daerah lokal juga terbatas. Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi sumber pasokan cabai, seperti Subaim di Halmahera Timur dan Jailolo di Halmahera Barat, mengalami kekeringan.

“Kalau berharap dari lokal saat ini, seperti Subaim, Halmahera Timur, Jailolo sudah kering. Jadi, yang Torang jual ini semuanya dari Makassar,” jelasnya.

Yamsan menyebutkan, harga cabai di sejumlah pedagang lainnya juga bervariasi. Cabai keriting dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram, sementara cabai rawit mencapai Rp160 ribu per kilogram.

Sementara itu, salah satu pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Tidore Kepulauan, Ade Soleman, membenarkan adanya kenaikan harga cabai.

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting Rp140 ribu per kilogram.

“Dengan kondisi musim kemarau ini, produksi cabai menurun, sehingga kami hanya mengandalkan dari Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Manado,” jelasnya.

Ade mengatakan, kenaikan harga bahkan terjadi di sejumlah daerah pemasok. Beberapa hari lalu, harga cabai di Halmahera Timur disebut mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Di sisi lain, produksi cabai di Kota Tidore Kepulauan saat ini hampir tidak tersedia. Kondisi serupa juga terjadi di Halmahera Barat akibat dampak musim kemarau.

“Ini sesuai saya pantau, untuk pedagang lokal di Tidore Kepulauan ini mereka tidak lagi menjual cabai karena alasan musim kemarau,” ungkapnya. (*)

 

 

Penulis: Mansyur Armain

Share