Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan, Zulkifli Ohorellah, berkomitmen membangun internal untuk mewujudkan visi-misi wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan.
Zulkifli mengatakan, di tengah efisiensi dirinya tetap akan mendorong program literasi di Tikep.
“Ini adalah jendela dunia. Ruang ini, terbuka bagi publik untuk datang membaca berbagai literatur di perpustakaan. Tentunya, ada koleksi buku-buku lokal sangat dibutuhkan, karena dari sangat representatif ini, anak-anak muda bisa berbagi gagasan dengan buku,”ungkapnya, Jumat (14/8/2026).
Perpustakaan dan kearsipan, harus ada strategi yang penting dibahas agar berjalan secara dinamis. Tentunya, kita butuh komunikasi dan kolaborasi dengan pegiat literasi di Tidore Kepulauan untuk memanfaatkan ruang sebagai tempat berkarya.
“Ini merupakan ruang publik, untuk perlu diakses, tetapi tidak membawa pulang buku-buku di dalam perpustakaan. Ada pegiat literasi, anak-anak sekolah, mahasiswa, komunitas, dan lainnya sebagai pintu masuk untuk berkarya,”tambahnya.
Menurut Zulkifli, pihaknya juga menyiapkan banyak buku dari penulis lokal yang wajib dibaca oleh mahasiswa dan masyarakat.
“Harus ada penambahan buku-buku sejarah, seperti buku novel sejarah yang ditulis oleh Mba Dona, penulis buku Clavis Mundi, maupun buku sejarah Tidore yang ditulis oleh Nani Jafar,”tandasnya.
Sebagai harapan, Perpustakaan dan Kearsipan Tidore Kepulauan tetap menjadi mitra, dan mensuport karya anak-anak muda Tidore untuk didiskusikan atau dibedah secara akademik. (msn)
Penulis: Mansyur Armain

