Pemerintah Kelurahan Topo, Kecamatan Tidore, terus mendorong pengembangan bawang merah Topo sebagai komoditas unggulan daerah. Bahkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara meminta Kelurahan Topo menyiapkan sekitar 3,5 ton bibit bawang Topo untuk didistribusikan kepada petani di berbagai daerah di Maluku Utara.
Lurah Topo, M. Ade Bahtiar, mengatakan permintaan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas bawang Topo mulai mendapat perhatian sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan yang memiliki prospek besar dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Kelurahan Topo diminta oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk menyediakan sekitar 3,5 ton bibit bawang Topo yang nantinya akan dibagikan kepada para petani di Maluku Utara,” ujar Ade Bahtiar, Minggu (12/7/2026).
Meski demikian, ia mengakui para petani di Topo belum mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut. Keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan menuju lahan pertanian, masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan produksi.
Menurutnya, petani diperkirakan baru mampu menyediakan sekitar separuh dari kebutuhan bibit yang diminta. Namun, hal tersebut masih akan dibahas bersama kelompok tani di Kelurahan Topo.
“Produksi yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan. Kami akan berkoordinasi dengan kelompok tani untuk melihat kemampuan produksi yang ada,” katanya.
Ade menjelaskan, sebagian besar petani bawang Topo masih mengelola lahan secara tradisional dengan memanfaatkan kawasan lereng gunung sebagai lokasi budidaya. Kondisi itu terjadi karena keterbatasan lahan pertanian yang datar dan lebih mudah diakses.
Akibatnya, para petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sulitnya akses transportasi menuju kebun, keterbatasan sumber air, hingga tingginya biaya pengangkutan hasil panen.
Karena itu, Pemerintah Kelurahan Topo berharap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pertanian dapat terus memberikan dukungan, baik melalui pengembangan kawasan pertanian yang lebih representatif maupun peningkatan sarana dan prasarana pendukung.
“Kami mengapresiasi perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan Pemerintah Kota Tidore kepada para petani. Namun, untuk mengoptimalkan potensi bawang Topo sebagai komoditas unggulan, masih diperlukan dukungan berupa pembangunan bak penampung air, peningkatan jalan usaha tani, serta fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat agar produktivitas bawang Topo semakin meningkat, kualitas bibit tetap terjaga, dan kesejahteraan para petani dapat terus berkembang. (msn)
Penulis: Mansyur Armain