Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman melantik Abubakar Nurdin sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Air Minum Ake Mayora Kota Tidore Kepulauan.
Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Tidore Kepulauan Nomor: 54.4 Tahun 2026 tentang pengangkatan Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Ake Mayora Kota Tidore, yang berlangsung di Aula Sultan Nuku, Kantor Wali Kota Tidore, Rabu, 6 Mei 2026.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman menyampaikan, air minum merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak, karena itu pengelolaan Perumda Ake Mayora bukan sekadar mencari profit semata, melainkan mengemban misi sosial dan pelayanan publik.
“Pelantikan yang kita laksanakan hari ini, merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan transparan, dengan tujuan mencari sosok yang mampu membawa perubahan nyata bagi pengelolaan air bersih di Kota Tidore Kepulauan,”jelasnya.
Ahmad juga meminta Abubakar sudah langsung bekerja melakukan pemetaan masalah, baik teknis maupun administratif.
Menurut dia, pengelolaan Perumda Ake Mayora tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Dia mendorong, pemanfaatan teknologi informasi untuk mempermudah layanan pelanggan dan mempercepat respons pengaduan masyarakat.
“Sebagai BUMD, Ake Mayora harus mandiri dan profesional. Lakukan efisiensi di segala lini dan tingkatkan performa perusahaan agar mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD),”tambahnya.
Tugas utama sebagai direktur, adalah memastikan distribusi air berjalan lancar dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami kendala teknis, dengan pastikan kualitas air yang diterima warga memenuhi standar kesehatan.
“Jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Ake Mayora merupakan amanah sekaligus tantangan, karena banyak masyarakat menaruh harapan besar di pundak Direktur yang baru dilantik,”ujarnya.
Direktur PDAM Ake Mayora Kota Tidore Kepulauan, Abubakar Nurdin menyampaikan, ada empat hal mendasar yang harus ditangan yakni, efesiensi, peningkatan pelayanan, kualitas, dan respons pengaduan.
“Dengan kepemimpinan yang baru ini, paling tidak air harus berjalan 24 jam,”ucapnya usai dilantik.
Terkait air kemasan, Abubakar bilang, butuh perencanaan yang matang agar bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
“Paling tidak, kita punya identitas Ake Mayora, tapi tidak mematikan usaha air yang lain,”pungkasnya. (*)
Penulis: Mansyur Armain


