Home Adventorial Lebih dari 12 Ribu Warga Maluku Utara Terlayani Mudik Bersubsidi 2026
AdventorialDaerahHeadline

Lebih dari 12 Ribu Warga Maluku Utara Terlayani Mudik Bersubsidi 2026

Share
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda. (Foto: Humas Malut)
Share

Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan pelaksanaan Program Mudik Bersubsidi Angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar dan tuntas, dengan ribuan masyarakat berhasil difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman secara aman dan terjangkau.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum Idulfitri, sekaligus meringankan beban biaya transportasi.

Berdasarkan data pelaksanaan, total 12.348 pemudik telah terlayani melalui skema subsidi. Rinciannya, sebanyak 8.516 penumpang menggunakan kapal laut, 3.671 penumpang kapal feri, serta 161 penumpang memanfaatkan layanan bus gratis.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan, program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di momen hari besar keagamaan.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa pulang dengan lebih tenang. Perjalanan mungkin panjang, tetapi harapannya tetap sama—bertemu keluarga dalam keadaan baik. Pemerintah berupaya hadir untuk memudahkan itu,” ujarnya.

Meski demikian, Sherly mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah pun membuka ruang evaluasi dengan menerima kritik dan masukan dari masyarakat.

“Kami menyadari layanan ini masih perlu terus disempurnakan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat untuk perbaikan ke depan,” tambah istri mendiang Benny Laos tersebut.

Program mudik bersubsidi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas antarwilayah di daerah kepulauan, sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung tertib dan aman.

Pemprov Maluku Utara turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan program ini, mulai dari platform penyedia tiket daring, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sofifi, hingga unsur TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Kie Raha.

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh rangkaian arus mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat Maluku Utara. (rie)

Share