Home Daerah RSUD Chasan Boesoirie Hadirkan MRI untuk Perkuat Diagnosis Kesehatan
DaerahKoleksiTrending

RSUD Chasan Boesoirie Hadirkan MRI untuk Perkuat Diagnosis Kesehatan

Share
Gubernur Sherly didampingi Direktur RSUD CB, dr. Alwia Assagaf saat meresmikan mesin MRI.
Share

RSUD Chasan Boesoirie di Kota Ternate terus berinovasi dalam memberikan pelayanan unggul. Salah satunya pengadaan fasilitas penunjang kesehatan pemeriksaan kesehatan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Alat yang dapat menghasilkan gambar 3D dalam struktur tubuh itu diresmikan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pada Jumat, 30 Januari 2026.

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan rujukan di Maluku Utara, sekaligus memperkuat fasilitas diagnostik bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Sherly menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas dukungan pengadaan alat MRI yang kini telah beroperasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Kesehatan atas bantuan alat MRI yang hari ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.

Menurut Sherly, keberadaan MRI sangat krusial dalam membantu tenaga medis, khususnya dokter spesialis, untuk mengidentifikasi kondisi pasien secara lebih detail dan akurat. Dengan teknologi tersebut, proses diagnosis dan penanganan medis diharapkan menjadi lebih cepat dan tepat.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain meresmikan MRI, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengumumkan rencana kedatangan alat kateterisasi jantung (cath lab) yang dijadwalkan tiba pada Maret hingga April 2026. Fasilitas ini akan melengkapi layanan kesehatan jantung di RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit rujukan provinsi.

Sherly menambahkan, pengadaan MRI dan cath lab merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Alat MRI diperoleh melalui program Sistem Informasi Kesehatan Nasional Terpadu yang didukung kerja sama pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia.

Sementara itu, Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, menyampaikan bahwa peralatan MRI telah diterima sejak 2025 dan kini sudah beroperasi penuh.

Ia berharap layanan ini dapat mengurangi ketergantungan pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah untuk pemeriksaan lanjutan.

“Selama ini pasien harus dirujuk ke luar Maluku Utara. Dengan beroperasinya MRI di RSUD Chasan Boesoirie, pemeriksaan dapat dilakukan langsung di rumah sakit ini,” jelasnya.

Terkait rencana kedatangan cath lab, Alwia menambahkan bahwa fasilitas tersebut nantinya mampu mendeteksi penyempitan pembuluh darah jantung sekaligus melakukan tindakan kateterisasi atau pemasangan ring.

Dengan hadirnya layanan MRI dan segera menyusul fasilitas kateterisasi jantung, pemerintah daerah berharap akses serta mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Maluku Utara dapat meningkat secara bertahap dan merata. (rie)

Share