Home Daerah Melihat Keterbatasan Armada Damkar dan Serangkaian Kebekaran di Ternate
DaerahHeadline

Melihat Keterbatasan Armada Damkar dan Serangkaian Kebekaran di Ternate

Share
Truk pemadam yang terpakir di halaman kantor Pemadam Kebakaran Kota Ternate. (Foto: indep.id)
Share

Sejumlah kebakaran beruntun terjadi dalam dua pekan terakhir di Kota Ternate. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat sedikitnya sebanyak delapan kejadian kebakaran bangunan di sejumlah titik dengan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kebakaran di Ternate terjadi sejak 31 Maret hingga 6 April 2026 dengan lokasi di antaranya, Kelurahan Bastiong, Mangga Dua, Takoma, Ngade, Stadion, Maliaro, dan Jati.

Di tengah situasi darurat tersebut, Damkar Ternate justru diperhadapkan dengan keterbatasan peralatan dan belum optimalnya peremajaan armada. Hasil pantauan di lapangan, Damkar Ternate hanya memiliki 5 truk pemadam.

“Memang tidak semua armada harus diremajakan. Masih ada yang layak dioperasikan, tetapi kita juga harus jujur bahwa ada yang sudah masuk kategori harus diganti,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, untuk armada yang sudah tidak layak, perlu dilakukan perbaikan atau pengadaan baru. Dalam perencanaan anggaran 2026, lanjut Rizal, pemerintah kota sebenarnya telah mengalokasikan pengadaan dua unit armada damkar, namun rencana tersebut tertunda akibat kebijakan refocusing atau rasionalisasi anggaran pemerintah pusat.

“Di RKPD sudah jelas ada alokasi untuk dua unit armada dengan anggaran Rp2 miliar. Hanya saja terkendala penyesuaian anggaran,” tambah Rizal.

Selain armada, pengadaan perlengkapan pendukung seperti selang pemadam juga telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada 2024 dan direncanakan kembali pada 2025.

Di sisi lain, strategi pemerataan layanan damkar juga mulai disiapkan melalui pembangunan pos-pos pemadam di wilayah strategis. Seperti Pos Damkar di Kecamatan Ternate Utara yang telah rampung dibangun pada 2025. Namun, hingga kini pos tersebut belum dilengkapi armada operasional.

“Kalau armadanya sudah tersedia, maka pelayanan bisa lebih cepat karena jaraknya lebih dekat dengan lokasi kejadian. Ke depan, direncanakan juga pembangunan pos damkar di wilayah selatan,” tandas Rizal. (rie)

Share