Home Daerah Perumda Ake Gaale Dorong Upaya Konservasi Air Tanah
Daerah

Perumda Ake Gaale Dorong Upaya Konservasi Air Tanah

Share
Kantor Perumda Ake Gaale Ternate. (Foto: Ateng/diolah AI)
Share

Perumda Ake Gaale Ternate, menggalakan program konservasi lingkungan dalam rangka melestarikan cadangan air tanah untuk mencegah krisis air bersih di Kota Ternate.

Pj. Direktur Utama Perumda Ake Gaale Ternate, Muhammad Syafei menjelaskan, sumber air baku di Kota Ternate 100 persen berasal dari air tanah. “Sehingga jika air tanah bermasalah maka juga bermasalah pada layanan air minum di Ternate,”jelas Syafei, Sabtu (28/6/2026).

Karena itu, untuk menjaga produksi dan kualitas air tanah diperlukan mitigasi melalui konservasi. Dia mencotohkan salah satu upaya konservasi ialah dengan membatasi pembangunan untuk memanfaatkan siklus hidrologi atau perputaran air ke bumi agar proses penyerapan air ke dalam tanah atau inflitrasi berjalan normal.

“Dengan begitu persedian air baku kita tetap terjaga,”jelas Syafei.

Dia juga mengaku, air yang dikonsumsi warga dari PDAM  setiap 6 bulan dilakukan pemeriksaan kualitasnya di laboratorium Manado dan sudah sesuai Permenkes yang mengatur kualitas dan baku mutu air minum.  Artinya dari sisi kuantitas dan kontinuitas dalam pelayanan juga persentase kebocoran, butuh upaya serius karena membutuhkan biaya investasi cukup besar.   “Butuh waktu dan perencanaan  untuk bisa terpenuhi target.  Untuk  kebocoran air jaringan pipa Perumda Ake Ga’ale berdasarkan audit BPKP  36%. Artinya dari 100% produksi air  yang di distribusi ke pelanggan 36% terbuang percuma atau tidak jadi (PAD) dan tersisa 64%  menjadi duit.  Itupun jika pelanggan tidak menunggak membayar,”ungkap Syafei dilansir dari Halmaherapedia.com.

Dia juga sampaikan bahwa  jaringan distribusi air di bagian selatan kota yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku utara kurang lebih 10 tahun lalu baru dimanfaatkan Perumda Ake Gaale kurang lebih 2 tahun lalu. Hanya saja lama tidak terpakai akhirnya banyak masalah.

“Kita sudah coba perbaiki secara langsung ke lapangan maupun koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas PUPR dan BWS. Hal ini karena terkait overpressure di beberapa titik di selatan Kota Ternate.  Satu minggu lalu kita coba dengan rekayasa dan berjalan dengan baik tidak ada lagi kebocoran di selatan.  Meski begitu  di tengah dan utara ada sebagian bocor. Kami berharap  tingkat kebocoran ini bisa ditekan sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan juga pelayanan kepada pelanggan,”katanya.

Syafei yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate itu berujar, ada 18% pelanggan Perumda Ake Ga’ale yang boros menggunakan air dan separuh dari produksi air tercatat per kepala keluarga (KK) per bulan lebih dari 40 m3 .

Karena itu dalam 2 tahun lalu PDAM didukung komisi 2 DPRD Kota Ternate  menambah satu blok langganan baru yang menggunakan 40 m3 lebih per kepala keluarga (KK) per bulan diberi tariff tersendiri lebih mahal dengan harapan memberikan edukasi pelanggan agar bijak menggunakan air.  Tujuannya  kelebihan air itu bisa dirasakan pelanggan lainnya.

Di Tabona misalkan, bergilir 4 hari sekali air jalan kemudian di Marikrubu bergilir 5 hari sekali air jalan dan sebagian di Maliaro.  “Kita sudah  lakukan rekayasa di PO Jan 1  ternyata punya kelebihan air di selatan dengan penambahan 1 sumur di tahun 2024. Sedang diupayakan dengan metode grafitasi di Ngade  belakang sehingga bisa menjawab air bergilir di Tabona, Maliaro yang tadinya 4 hari sekali bisa perbaiki peningkatan pelayanannya.

Untuk menjamin kebutuhan air minum yang bersumber dari air tanah ini sangat mungkin dilakukan dengan sandaran regulasi tata ruang karena sangat penting dari sisi lingkungan.  Dia bilang lagi, laju pertumbuhan  penduduk Kota Ternate mencapai 2,2% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini  berdampak pada peningkatan kebuthan air.  Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum  (RISPAM) membuka ruang sumber-sumber air baku lain selain air tanah ada air permukaan di Ternate yang sangat terbatas. (rie) 

Share