Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Sosial melakukan pertemuan dengan pemerintah kelurahan hingga desa untuk memastikan bantuan sosial dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Tidore Kepulauan Rudi Ipaenin dalam rapat percepatan digitalisasi bantuan sosial yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Tidore Kepulauan di aula Handayani Dinas Pendidikan, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (14/10/2026).
“Kita menyadari bahwa saat ini, belum semua desa dan kelurahan memiliki jumlah agen perlinsos sesuai target. Namun demikian, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah membangun kerja sama dengan Polresta Tidore dan Kodim 1505/Tidore, dengan melibatkan seluruh Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai agen perlinsos,”ucapnya.
Ini merupakan langkah strategis, kata Rudy, yang harus kita optimalkan melalui pembekalan, koordinasi, dan pendampingan di lapangan”ungkapnya.
Ia menegaskan, para Camat, Lurah, dan Kepala Desa, meminta agar mengambil peran aktif.
Bahkan, meamastikan kebutuhan agen di wilayah masing-masing terpetakan dengan baik, masyarakat memperoleh informasi yang benar, dan setiap kendala segera dilaporkan untuk dicarikan solusi bersama.
“Kepada Tim Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), harus koordinasi teknis diperkuat, khususnya dalam mendukung kesiapan data kependudukan, proses identifikasi dan verifikasi sesuai kewenangan, serta penyelesaian kendala teknis di lapangan,”jelasnya.
Sementara itu, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama: pertama, percepat pemenuhan target agen perlinsos, kedua, perkuat edukasi dan pendampingan masyarakat dan ketiga, jaga integritas dan akuntabilitas.
Dari pertemuan dan langkah ini, bisa menghasilkan langkah konkret, pembagian tugas yang tegas, target waktu yang terukur, serta evaluasi berkala.
“Jangan sampai kita kuat dalam koordinasi, tetapi lemah dalam pelaksanaan. Ingat, keberhasilan program ini bukan diukur dari banyaknya agen yang ditetapkan di atas kertas, melainkan dari kesiapan mereka melayani dan kemudahan masyarakat memperoleh akses terhadap program bantuan sosial,”paparnya.
Mari satukan langkah, perkuat kolaborasi, dan pastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal karena lemahnya informasi maupun pendampingan. (*)
Penulis: Mansyur Armain

