Home Daerah Penanganan Sampah di Sofifi Dikeluhkan, DLH Tidore Janji Tambah Dua Armada
Daerah

Penanganan Sampah di Sofifi Dikeluhkan, DLH Tidore Janji Tambah Dua Armada

Share
Ilustrasi sampah. (Gambar mengunakan AI)
Share

Pengelolaan sampah di Kelurahan Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, dikeluhkan pemerintah kelurahan. Keterbatasan fasilitas tempat pembuangan dan armada pengangkut membuat persoalan sampah masih terjadi di sejumlah titik.

Lurah Sofifi, Aida Muhtar, mengatakan hingga kini Kelurahan Sofifi belum memiliki kontainer atau bak sampah sendiri. Fasilitas yang tersedia di wilayah tersebut merupakan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara.

“Jadi, bak sampah tersebut berada di samping Pelabuhan Speedboat. Meskipun sudah ada UPTD DLH di Sofifi, tetapi mereka tidak bertugas mengangkut sampah,” kata Aida, Kamis (8/10/2026).

Menurut Aida, pengangkutan sampah selama ini dilakukan oleh DLH Provinsi Maluku Utara sebanyak dua kali dalam sepekan. Kondisi tersebut membuat pihak kelurahan mempertanyakan keberadaan UPTD DLH yang berada di Sofifi.

Aida mengaku sempat mendatangi UPTD DLH untuk membicarakan penyediaan kontainer sampah. Namun, pihak UPTD menyampaikan bahwa kontainer yang tersedia sudah tidak layak digunakan.

Persoalan lainnya adalah masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk sampah yang berasal dari sejumlah kos-kosan.

“Selain itu, menjadi persoalan yaitu ada yang membuang sampah sembarangan yang berasal dari kos-kosan. Bahkan, yang lewat dengan motor maupun sopir angkot tetap saja membuang di pinggir jalan,” ujarnya.

Untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, Pemerintah Kelurahan Sofifi telah memasang spanduk larangan di sejumlah titik, termasuk di ruas jalan 40.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif. Aida mengatakan pihak kelurahan bahkan harus menyewa tenaga untuk mengangkut sampah secara berulang, tetapi masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan.

“Memang benar, sebagian warga di Sofifi belum mempunyai kesadaran tentang sampah, tetapi bukan dari warga Sofifi. Mereka dari luar,” katanya.

Kepala DLH Kota Tidore Kepulauan, Abdul Muis A. Husein, mengatakan pengelolaan sampah di Sofifi saat ini masih terkendala efisiensi anggaran dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

“Dengan adanya perubahan anggaran ini, kami berupaya menanggulangi persoalan sampah di Sofifi. Sebab itu, kami terkendala dengan menunggu rekomendasi dari Provinsi dan Kemendagri,” kata Muis.

Menjelang penilaian Adipura yang akan berlangsung dalam waktu dekat, Muis mengatakan pihaknya akan melakukan penanganan sampah di Sofifi dengan mengubah metode pengelolaan sekaligus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

“Kami harap, dengan adanya perubahan anggaran ini, bisa tersedia kontainer sampah. Rencananya, ada penambahan satu hingga dua armada kontainer untuk pengangkut sampah yang dicopot dari Pulau Tidore ke Sofifi,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Penulis: Mansyur Armain

Share