Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memilih Kota Tidore Kepulauan sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial operasi katarak dengan target 100 pasien.
Program kemanusiaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan rombongan Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM di eks Kediaman Gubernur Irian Barat, Kelurahan Tomagoba, Selasa (4/8/2026).
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menyambut baik pelaksanaan bakti sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan operasi katarak gratis akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran tim FK-KMK UGM. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat Kota Tidore Kepulauan, khususnya pasien katarak yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Ahmad.
Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan UGM tidak berhenti pada kegiatan operasi katarak, tetapi dapat berkembang ke berbagai sektor lainnya, terutama di bidang kesehatan.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan dapat diwujudkan dalam berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM, Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terhadap pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut.
Ia menjelaskan, Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM secara rutin melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai daerah, terutama wilayah kepulauan yang masih memiliki angka gangguan kesehatan mata cukup tinggi.
“Bakti sosial operasi katarak ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan,” jelasnya.
Pada pelaksanaan kali ini, tim FK-KMK UGM menargetkan sebanyak 100 pasien katarak di Kota Tidore Kepulauan untuk menjalani operasi secara gratis.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemulihan fungsi penglihatan para pasien,” pungkasnya. (msn)
Penulis: Mansyur Armain