Home Daerah Lima Cabor Tidore Ikut POPDA Secara Mandiri, Tanpa Dukungan Anggaran Pemda
DaerahHeadline

Lima Cabor Tidore Ikut POPDA Secara Mandiri, Tanpa Dukungan Anggaran Pemda

Share
Foto bersama atlet asal Tidore Kepulauan yang meraih penghargaan di POPDA XII.
Share

Lima cabang olahraga (cabor) asal Kota Tidore Kepulauan tetap mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Maluku Utara di Kabupaten Pulau Morotai meski tanpa dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Lima cabor tersebut yakni atletik, bola basket, taekwondo, pencak silat, dan bola voli. Seluruh kontingen berangkat menggunakan dana pribadi setelah anggaran keikutsertaan POPDA tidak dapat direalisasikan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Meski begitu, Tikep berhasil keluar sebagai juara umum dalam POPDA kali ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tidore Kepulauan, Ali Dukomalamo, mengatakan pihaknya semula telah mengusulkan anggaran Rp500 juta untuk keikutsertaan kontingen Tidore pada POPDA XII.

“Namun dalam perkembangannya, setelah saya melaporkan kepada wali kota dan sekretaris daerah, anggaran tersebut dipangkas karena efisiensi,” kata Ali, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, Dispora sempat berkoordinasi dengan bagian keuangan untuk mencari solusi agar kontingen tetap dapat diberangkatkan. Namun, hasil koordinasi menyatakan pemerintah daerah belum dapat membiayai keikutsertaan Tidore pada POPDA tahun ini.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada seluruh cabang olahraga peserta sebelum pelaksanaan POPDA.

“Setelah kami sampaikan, beberapa cabor menyatakan tetap ingin berangkat secara mandiri. Karena itu kami meminta mereka membuat surat pernyataan bermeterai,” ujarnya.

Ali menjelaskan, surat pernyataan tersebut dibuat sebagai bentuk kesepahaman bahwa seluruh risiko selama mengikuti POPDA menjadi tanggung jawab masing-masing kontingen, bukan pemerintah daerah maupun Dispora.

Meski tanpa dukungan anggaran pemerintah, lima cabang olahraga tetap berkomitmen mengikuti ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut demi membawa nama Kota Tidore Kepulauan.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dispora Kota Tidore Kepulauan, Barakati Halil, membenarkan bahwa lima cabang olahraga mengikuti POPDA secara mandiri.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, pemerintah daerah maupun Dispora memang tidak mengalokasikan anggaran untuk keberangkatan kontingen ke Morotai,” katanya.

Terkait informasi adanya bantuan dari Ikatan Keluarga Tidore (IKT) di Pulau Morotai kepada para atlet, Barakati mengaku awalnya belum mengetahui kabar tersebut.

Namun setelah bertemu dengan perwakilan sejumlah cabang olahraga usai pelaksanaan POPDA, ia mendapat penjelasan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Tidore yang berada di Morotai.

“Setelah saya bertemu dengan beberapa cabor, mereka menyampaikan tidak mengalami kendala selama mengikuti POPDA. Bantuan dari IKT muncul karena mereka melihat langsung kondisi kontingen Tidore dan kemudian tergerak untuk membantu,” pungkasnya. (msn)

Penulis: Mansyur Armain

Share