Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Umum Desa Waiman, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 02.20 WIT. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang pelajar meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui masing-masing bernama Aldi Umasugi (18), warga Desa Sekon, Kecamatan Sulabesi Selatan, dan Sulastri Soale (17), warga Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah. Keduanya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD Sanana.
Kasat Lantas Polres Kepulauan Sula, IPDA Taufiq Habsi, membenarkan peristiwa kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dan Honda Trail CRF warna merah putih tersebut.
“Iya benar, peristiwa tersebut melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan dari arah berlawanan. Akibatnya dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” ujar Taufiq kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di ruas jalan Desa Waiman, sepeda motor Honda Trail CRF yang dikendarai Aldi Umasugi diduga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Sulastri Soale.
Benturan keras menyebabkan kedua pengendara mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD Sanana untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.
“Pengendara Honda Scoopy dan Honda Trail CRF meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sanana. Sementara dua penumpang yang dibonceng mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Taufiq mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, pengendara Honda Trail CRF dan salah satu penumpang Honda Scoopy diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat kejadian berlangsung.
Saat ini, Satlantas Polres Kepulauan Sula telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti kendaraan, mendata korban dan saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut,” katanya.
Menanggapi kejadian itu, Kasat Lantas mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan kendaraan bermotor.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, menghindari berkendara dengan kecepatan tinggi, serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol sebelum mengemudikan kendaraan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kelalaian dalam berlalu lintas dapat berakibat fatal dan merenggut nyawa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan demi melindungi diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Laporan: Hamdi Embisa