Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Tidore Kepulauan yang telah rampung dibangun pada 5 Maret 2026 ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan hingga saat ini gedung tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026.
βSetelah pembangunan selesai, ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Sementara untuk pengadaan alat kesehatan, kami masih menunggu realisasi dari Kementerian Kesehatan RI yang direncanakan pada Juli mendatang,β kata Saiful, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, operasional Laboratorium Kesehatan Masyarakat membutuhkan dukungan peralatan yang memadai. Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI akan menyediakan sekitar 62 item alat kesehatan yang akan digunakan dalam pelayanan laboratorium kepada masyarakat.
Saiful menjelaskan, apabila pengadaan alat kesehatan terealisasi pada Juli 2026, maka tahap berikutnya adalah pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang akan dilaksanakan sekitar September hingga Oktober 2026.
Pelatihan tersebut ditujukan bagi tenaga kesehatan yang nantinya bertugas di Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan akan diselenggarakan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI.
βKami telah mengusulkan nama-nama pegawai yang akan ditempatkan di laboratorium melalui Surat Keputusan Wali Kota. Mereka nantinya akan mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan,β ujarnya.
Selain menyiapkan SDM, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga tengah mengurus pembentukan struktur organisasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Usulan tersebut telah disampaikan melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah dan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Menurut Saiful, usulan tersebut diperlukan sebagai dasar penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait struktur organisasi Labkesmas.
βUsulannya sudah disampaikan dan saat ini masih dalam proses kajian di bagian organisasi,β katanya.
Untuk mendukung operasional laboratorium, Dinas Kesehatan mengusulkan sebanyak 17 tenaga kesehatan yang akan mendapatkan pelatihan khusus dari Kementerian Kesehatan RI.
Meski lokasi pelatihan belum ditetapkan, Saiful memperkirakan pelatihan akan dilaksanakan di Ambon karena Maluku Utara berada dalam wilayah regional pelatihan tersebut.
βBiasanya untuk wilayah regional kami, pelatihan dilaksanakan di Ambon. Namun kami masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan,β jelasnya.
Ia menambahkan, program pelatihan petugas laboratorium akan dilaksanakan secara nasional dan dibagi berdasarkan wilayah regional.
Dengan rampungnya pengadaan alat kesehatan, pembentukan struktur organisasi, serta pelatihan SDM, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimistis Laboratorium Kesehatan Masyarakat dapat mulai beroperasi pada akhir 2026.
βTarget kami, setelah seluruh tahapan selesai, Labkesmas sudah bisa aktif melayani masyarakat pada akhir tahun ini atau paling lambat awal 2027,β pungkasnya. (msn)
Penulis: Mansyur Armain