Home Daerah Sektor Wisata Tumpuan Baru PAD Tikep di 2027
DaerahHeadline

Sektor Wisata Tumpuan Baru PAD Tikep di 2027

Share
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen saat mengunjungi benteng Cobe di Jiko Cobo. Foto : Istimewa.
Share

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber utama peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2027.

Ia menuturkan, secara sumber daya alam (SDA), Tidore Kepulauan tidak memiliki cadangan tambang emas, nikel, atau batu bara yang dapat menjadi tumpuan ekonomi daerah.
Karena itu, sektor pariwisata dinilai sebagai “tambang baru” yang harus dikelola secara serius dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Tidore ini tidak punya sumber daya alam yang menjanjikan seperti tambang. Jadi kita harus mengembangkan potensi wisata sebagai kekuatan utama daerah,” ujar Sinen saat meninjau Benteng Cobe di Kelurahan Jiko Cobo, Sabtu, 2 Mei 2026.

Selain Benteng Cobe, ia juga mengunjungi sirkuit Selawering Rum, Tanjung Bune, Kelurahan Rum Balibunga, sebagai bagian dari agenda peninjauan lokasi pengembangan pariwisata.

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi lapangan, tetapi menjadi bagian dari perencanaan strategis pemerintah daerah, terutama menyusul penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD) pada periode 2025–2026.

“Kondisi TKD yang turun drastis ini membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan PAD,” jelasnya.

Sinen menyebutkan, banyak kawasan di Tidore yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan, mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya, hingga pegunungan seperti Kalaodi, Gurabunga, Fobaharu, dan Maitara. Kawasan Rum, Akesahu, serta wilayah Oba juga dinilai memiliki daya tarik yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Terkait peluang investasi, ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki prospek besar. Namun pemerintah harus mengambil langkah awal untuk memperkenalkan potensi tersebut secara luas.

“Itu sudah mulai dilakukan pemerintah, dan informasinya terus disebarluaskan. Saya yakin investor dan wisatawan akan tertarik datang ke Tidore,” katanya.

Wali kota juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam mempromosikan pariwisata melalui media sosial.

“Anak-anak muda sekarang sudah punya smartphone. Gunakan itu untuk mempromosikan Tidore, jangan hanya untuk hal-hal lain,” imbaunya.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, lanjutnya, juga membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata. Ia memastikan seluruh proses perizinan akan dipermudah dan tanpa pungutan liar.

“Kami membuka peluang bagi semua investor. Perizinan dan lain sebagainya akan dipermudah tanpa pungutan. Tidak ada biaya sebelum pembangunan dimulai, semuanya gratis,” tegasnya. (msn)

 

Penulis: Mansyur Armain

Share