Home Daerah Desa Bajo Bakal jadi Kampung Nelayan Merah Putih
DaerahHeadline

Desa Bajo Bakal jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Share
Kementrian Kelautan dan Perikanan bersama Pemda Kepsul meninjau lokasi rencana pembangunan KNMP di Desa Bajo, Kamis (15/1/2026)
Share

Desa Bajo, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara masuk dalam rencana pengembangan kawasan pesisir Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Desa tersebut akan disulap menjadi kampung nelayan modern merah putih (KNMP).

Saat ini, KKP bersama Pemda Kepulauan Sula, dan Kepala Desa Bajo telah meninjau lokasi yang akan dilakukan pembangunan kampung nelayan merah putih.

Katimja Operasional Kepala Perikanan Pelabuhan Samudera Bitung sekaligus sekaligus PPK pembangunan KNMP, Resya Ika Firmansya mengatakan, pihaknya mulai mendatangkan alat berat dan bahan agar secepatnya bisa dikerjakan.

“Targetnya oleh kementrian empat bulan sudah selesai kalau bisa, tapi waktu pekerjaannya itu kita batasi hingga akhir Mei 2026. Sehingga langsung dilakukan serah terima agar dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya kepada indep.id, Kamis (15/1/2026).

Resya menyebut, anggaran untuk pembangunan kampung nelayan Desa Bajo ini kurang lebih Rp12 miliar yang bersumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya, kampung nelayan merah putih ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, iya meminta kepada semua pihak untuk dikawal bersama-sama.

“Ini program prioritas Bapak Presiden melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan, untuk itu saya mohon untuk kita kawal bersama,” jelasnya.

Dikatakan, KNMP ini tidak hanya membangun fasilitas, tetapi menjadi penggerak ekonomi dan sosial masyarakat pesisir.

“Jadi bukan fisiknya yang kita bangun, tapi ekosistemnya, kawasannya sehingga disebut kampung nelayan merah putih. Disitu nanti ada proses bisnisnya, sosialnya, dan keterlibatan warga sekitar,” ungkapnya.

Dia menuturkan, tujuan dari program KNMP ini adalah untuk meningkatkan volume produktivitas. Maka demikian, pihaknya akan membangun dermaga dan sentral pendaratan ikan sehingga kapal-kapal bisa masuk dan ikan bisa dikumpulkan ke kampung nelayan merah putih.

“Jedi, pengepul sudah tidak lagi kesana kemari, cukup di sini dan langsung bisa didistribusikan,” tuturnya.

Selain itu, adanya KNMP ini juga untuk meningkatkan kualitas dari mutu hasil tangkapan sekaligus menyiapkan dermaga sentral pendaratan ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Sula, Sahlan Norau berharap fasilitas KNMP di Desa Bajo ini bisa dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kita di Sula ini tidak ada penampungan ikan, jadi kadang kalau ikan bayak, banyak sampai buang. Sehingga untuk menjaga stok ikan di pasar lokal, harus ada tempat penampungan yang memadai. Karena itu, dengan adanya KNMP ini langkah maju untuk kita Kepulauan Sula,” paparnya.

Sahlan mengaku, selain Desa Bajo, pihaknya juga mengusulkan empat desa lainnya di Kepulauan Sula sebagai kampung nelayan merah putih di antaranya, Desa Kabau, Waiboga, Falabisahaya, dan Lelyaba.” Empat desa ini akan masuk di usulan 2026, Desa Bajo yang mau dibangun itu tahun 2025,” pungkasnya. (ham)

Share