Tak hanya training ground, manajemen Malut United juga dibuat pening dengan ketiadaan rumah sakit dan sekolah berstandar internasional serta apartemen di Kota Ternate sebagai homebase klub. Pasalnya, kedua fasilitas ini termasuk dalam item kontrak yang disediakan untuk pemain asing.
“Ada satu pemain asing yang kemungkinan akan memutuskan kontraknya lebih awal lantaran tidak ada rumah sakit dan sekolah berstandar internasional untuk menyekolahkan anak-anaknya. Takutnya jika tiba-tiba anggota keluarganya ada yang sakit,” ujar Asghar.
Karena itu, Asghar meminta dukungan semua warga agar klub dapat terus melengkapi fasilitas yang dibutuhkan. Pasalnya, sejauh ini PT Mineral Trobos selaku sponsor utama klub masih terus menggelontorkan dana yang tak sedikit untuk keberlangsungan klub di Liga 1.
“Pemilik klub ini sama sekali tidak mendapatkan keuntungan secara finansial dari klub. Sejauh ini kita masih di tahap investasi, jangankan untung, balik modal pun tidak. Hasil penjualan tiket hanya bisa digunakan untuk membayar official pertandingan, akomodasi tim, dan bonus pemain. Investasi ini bersumber dari hati owner klub yang ikhlas. Hanya berhenti jika Tuhan menyuruh berhenti, dan itu kita tidak tahu kapan. Jadi, kami minta kita sama-sama jaga klub yang kita cintai ini. Musim ini kita target tetap bisa bertahan di Liga 1, musim depan kita sudah targetkan juara,” ucapnya.
Asghar juga menyentil persoalan pembelian tiket yang kerap diributkan warga. Ia mengungkapkan, penjualan tiket dilakukan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan manajemen. Mekanisme penjualan tiket ini umum digunakan semua tim sepak bola profesional.
“Tiket sebagian besar dijual secara online, dan sedikit secara offline. Yang offline ini sebagian besar kita serahkan kepada suporter tim resmi untuk dijual, dan biasanya mereka jual kepada member suporter yang punya KTA. Kenapa suporter diutamakan? Karena mereka adalah pemain ke-12 dalam tim. Sepanjang permainan, mereka ini yang terus bernyanyi, berteriak menyemangati pemain, dan seterusnya,” paparnya.
Penjualan tiket secara online, sambung Asghar, bisa dibeli lewat aplikasi BRImo, di mana BRI merupakan sponsor utama Liga 1. Lantaran dijual secara online, maka sistemnya adalah siapa cepat dia dapat.
“Jadi memang harus rebutan begitu link pembelian dibuka. Nah, jika ada isu calo, tolong teman-teman yang mendapat bukti aksi calo agar dilaporkan ke pihak yang berwenang. Karena kepolisian pun tidak bisa bertindak jika tidak ada bukti,” tukasnya.
Asghar bilang, kapasitas stadion 9 ribu orang. Namun sesuai regulasi, manajemen hanya boleh menjual tiket sebanyak 80 persen dari kapasitas.
“Itu berarti hanya sekitar 7 ribu tiket. Karena itu tahun depan ini kita targetkan penambahan kapasitas stadion. Kapasitas tribun ditingkatkan, tiang lampu yang besar akan kita ganti dengan yang ramping agar tempat duduk tribun bisa ditambah,” tandasnya. (rie)


