Sopir truk di pelabuhan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, mempertanyakan pasokan bahan bakar minyak atau BBM subsidi jenis solar yang sulit diperoleh.
Kondisi itu memaksa mereka beralih menggunakan BBM nonsubsidi jenis Dexlite dengan harga yang lebih mahal.
“Sudah beberapa bulan terakhir ini kita sudah tidak lagi mendapatkan solar sehingga kita harus beli Dexlite,” kata salah satu sopir truk pelabuhan Sanana yang enggan namanya disebut,” Kamis (23/4/2026).
Kenyataan pahit kembali dialami supir truk tersebut, pasalnya harga Dexlite saat ini melonjak tajam dari Rp14 ribu per liter menjadi Rp. 24.200 per liter.
“Dexlite saat ini makin naik dan ini sangat berdampak terhadap kita,”ujarnya.
Sejumlah supir lainnya juga ikut menaikan harga jasa angkutan barang karena dampak dari naiknya harga BBM.
“Semalam kami sudah rapat soal menaikkan harga angkut barang. BMM harga naik, kita juga terpaksa naikkan harga angkut barang,” tegasnya.(ham)


