Bea Cukai Kota Ternate mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Bea Cukai di Bandara Sultan Baabullah, Ternate.
Informasi tersebut mencuat setelah adanya pemberitaan mengenai seorang oknum yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai bernama “Ricky”, yang disebut melakukan penahanan barang, memberikan ancaman, dan meminta sejumlah uang kepada calon korban.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Ternate, Ary Patria Sanjaya, menegaskan, bahwa Bea Cukai Ternate telah memperoleh informasi tersebut dari media dan melakukan pengecekan awal terhadap dokumen yang digunakan oleh oknum tersebut.
“Hasil pengecekan awal, menunjukkan bahwa dokumen penahanan barang yang digunakan mengatasnamakan Bea Cukai, dan jelas-jelas merupakan dokumen palsu,”tegasnya.
Ary mengungkapkan, masyarakat juga perlu memahami bahwa Bandara Sultan Baabullah merupakan bandara yang melayani penerbangan domestik dan bukan bandara internasional. Dalam konteks tersebut, tidak ada petugas khusus yang bertugas di bandara untuk mengawasi barang penumpang atau kiriman.
“Apabila ada pihak yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai di Bandara Sultan Baabullah, kemudian menyampaikan bahwa barang seseorang ditahan dan meminta sejumlah uang untuk penyelesaian atau pelepasan barang, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak mempercayainya,”ungkapnya.
Dari informasi itu, Bea Cukai Ternate mengimbau masyarakat agar tidak melakukan transfer uang kepada pihak yang mengatasnamakan Bea Cukai tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Bea Cukai.
Sementara itu, masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, kode OTP, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi identitasnya.
“Jangan terburu-buru melakukan transfer hanya karena mendapat ancaman atau tekanan bahwa barang akan ditahan, disita, atau dikenakan denda. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui Bea Cukai. Bisa datang ke kantor bea cukai atau menghubungi contact center kami di 1500225,”harapnya. (*)
Penulis: Masnyur Armain

