Pelayanan berbasis digital yang diterapkan Poliklnik Rumah Sakit Daerah (RSD) Tidore Kepulauan, masih menyisahkan masalah di kalangan masyarakat saat berobat.
Pasalnya, masyarakat harus melakukan pendaftaran secara online sebelum mendapatkan pelayanan di poliklik. Jika terjadi gangguan pada server, maka pelayanan kesehatan juga terpaksa dihentikan.
“Kejadian itu dialami pada saat proses pendaftaran, hampir kurang lebih terdapat sekitar 70 pendaftar, mereka sudah nomor pendaftaran untuk diproses melalui sistem online. Tetapi pendaftarannya mengalami gangguan jaringan sehingga tidak bisa dilanjutkan untuk melayani pasien lainnya,”ucap salah satu pasien yang enggan namanya disebutkan, Rabu (16/9/2026).
Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang harus mengantri berjam-jam untuk untuk mendaftar. Bahkan, pelayanan memakan waktu 5-10 menit untuk satu pasien yang mendaftar. Melalui pendafataran itu, pasien akan memilih poliklik yang akan dituju.
“Sudah datang jauh-jauh, dan menunggu begitu lama, baru disuruh kembali lagi besok, mereka tidak berpikir kami datang ke sini juga mengeluaran biaya,” kesal pasien lainnya.
Kepala Bagian Humas, Hukum, dan Diklat Rumah Sakit Daerah, Kota Tidore Kepulauan, Abidin Toduho, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada keluhan pasien tentang pendaftaran online di Poliklinik.
“Keluhan yang disampaikan pasien kemarin akibat gangguan di server RSD maupun server BPJS Kesehatan secara nasional,”ungkapnya, Jumat (18/9/2026).
Bahkan pihaknya juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui media sosial. “Saat ini sudah normal kembali dan telah diperbaiki,”jelasnya. (*)
Penulis: Mansyur Armain

